Tidak sembarangan orang dikaruniai untuk bisa ber-Bahasa Roh, melakukan mujizat dan penyembuhan, HANYALAH orang-orang yang benar-benar TAAT dan SETIA MELAKUKAN FIRMAN TUHAN. Seperti dikisahkan di Kisah Para Rasul 1, dimana hanya murid-murid Yesus yang setia dan taat kepadaNya-lah diberikan kuasa untuk ber-Bahasa Roh.

Seperti kata Pdt. Abraham Matthew (Singapore), zaman sakarang orang mengejar karunia-karunia dan mujizat tapi bukan KARAKTER KRISTUS, kalau sudah punya karunia tersebut, nah disitulah orang kecenderungan tidak mau ditegur dan dinasehatin (ada kecenderungan kesombongan rohani). Kalau sudah tidak mau ditegur oleh sesama (misalnya: seperti orang yang tidak punya karunia menegur orang yang punya karunia tersebut), gimana dia mau menerima teguran dari Tuhan. Sederhana-nya, kalau tidak mau dinasehatin orang gimana mau dinasehatin Tuhan!

“Seseorang bisa saja melayani Tuhan dengan giat siang dan malam, tetapi tanpa memiliki KARAKTER YESUS maka pada akhirnya dia tidak dikenal oleh TUHAN (MAT 7:21-23)”.

Karunia-karunia itu penting, tapi alangkah lebih baik jika itu dibarengi dengan pertobatan yang sungguh-sungguh, berbuah dan mempunyai KARAKTER KRISTUS, maka semuanya itu akan ditambahkan oleh Tuhan pada kita. Dan kita akan benar-benar menjadi berkat Tuhan berkat buat semua orang.

 

Karena tujuan Yesus datang ke dunia ini untuk mengubah kita menjadi serupa dengan KARAKTER-NYA.