Banyak orang mengira bahwa dalam hidup ini yang terpenting dan terutama adalah pelayanan. Menjadi seorang SINGER di Gereja, menjadi PEMAIN MUSIK, menjadi PENGINJIL, menjadi PENATUA, menjadi GURU SEKOLAH MINGGU, menjadi PENDOA SYAFAAT dll, tetapi tidak mempunyai karakter Tuhan dalam kehidupan sehari-hari bahkan dalam lingkungan keluarga di rumah sekalipun.

TERNYATA, Tuhan lebih mementingkan karakter kita daripada pelayanan kita sebab tanpa karakter Tuhan semua yang kita lakukan tidaklah ada artinya.

Bukan pelayanan atau korban yang Dia inginkan melainkan karakter dan ketataan kita kepada kehendakNya.

Seseorang bisa saja melayani dengan giat, pagi siang dan malam, tetapi tanpa memiliki karakter maka pada akhirnya dia tidak akan dikenal oleh Tuhan.

Seseorang bisa saja menjadi Profesor Teologia atau Penginjil yang dapat membangkitkan orang mati tetapi tanpa memiliki karakter semuanya itu tidak ada artinya.

Bukan apa yang kita lakukan yang diperhitungkan melainkan keberadaan diri kitalah yang diperhitungkan.

Anthony de Mello mengatakan, hampir semua usaha manusia diarahkan untuk mengubah dunia sekelilingnya tetapi hanya sedikit usaha yang dilakukan untuk mengubah diri sendiri.

Seringkali kita mengira bahwa sumber masalah kita berasal dari luar, padahal sumber masalah yang sebenarnya itu ada di dalam diri kita sendiri, yaitu di pikiran kita.

Sekalipun dunia di sekeliling kita berubah tetapi jikalau kita tidak berubah maka perasaan negatif tersebut akan tetap ada.

Berhentilah menyalahkan pihak lain, menyalahkan orang tua (IBU dan AYAH), menyalahkan lingkungan, tapi mulailah belajar untuk mengubah diri anda MENJADI MANUSIA BARU YANG BERKARAKTER.

Saat kita berubah maka dunia akan berubah menjadi lebih baik, percayalah…

Tujuan utama DIA datang ke dunia ini adalah untuk mengubah diri kita menjadi serupa dengan karakterNya. Murid-murid yang berkarakter akan memiliki sifat-sifat yang dimiliki oleh Tuhan kita.

Orang-orang yang berkarakter tidak akan mementingkan lagi kecantikan, reputasi, ketenaran, harta dan kekayaan, tetapi akan mengosongkan dirinya untuk menjadi seorang hamba seperti apa yang telah dilakukan oleh Sang Guru.

Seluruh kehidupannya akan diarahkan sepenuhnya untuk memuliakan Tuhan.

Semoga kita semua dapat menjadi murid-murid yang berkarakter, bukan hanya sekedar melayani!

 

 

Sangatta – 08 July 2012